Misteri Penemuan Mayat Perempuan Di Rumah Kontrakan Desa Kabasiran Parung Panjang

Polsek Ciputat Melakukan Pembinaan Terhadap Pelajar Yang Tertangkap Saat Hendak Tauran
11 Mei 2020
Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan Telah Mendistribusikan Bantuan Untuk Masyarakat Yang Terdampak Copid 19
12 Mei 2020
Show all

RASIOHUKUM.COM – PARUNG PANJANG BOGOR – Penemuan mayat di Kontrakan seseorang berinisial (AA) 37 tahun akhirnya terungkap, kasus ini terungkap karna adanya seseorang berinisial (SM) 17 tahun melaporkan suami sirrinya ke Polsek Parung Panjang karena kerap kali di aniaya dan disekap oleh suaminya (AA) yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang roti keliling.

Di kontrakan tersebut, (AA) menyekap SM yang dinikahinya secara siri saat berusia 13 tahun.(SM) disekap karena tidak bisa masak selama menikah, (SM) dilarang keluar kontrakan oleh suaminya, termasuk saat mereka mengontrak di Desa Kebasiran.

Selama dikurung, (SM) kerap disiksa oleh suaminya (AA) hanya gara-gara tak pandai memasak. Secara berulang, (AA) sering membenturkan kepala istrinya ke ketembok. Karena tak kuat dengan perlakuan suaminya, (SM)nekat kabur dari suaminya. Dengan luka di pelipis sebelah kiri, (SM) nekat meloncat dari plafon kamar mandi dan keluar melalui tembok hingga akhirnya (SM) berhasil keluar.

SM berhasil keluar saat suami tidak di rumah
Sabtu, 2 Mei 2020, sekitar pukul 16.30 WIB, SM berhasil keluar dari rumah kontrakan saat sang suami sedang keluar rumah. (SM) pun meminta pertolongan warga sekitar. Saat ditemukan warga, tubuh (SM) penuh luka dan terlihat pucat serta mengeluarkan aroma menyengat. SM pun menghubungi orangtuanya di Rangkasbitung, Banten.

Didampingi keluarganya, SM melaporkan penyekapan yang terjadi pada dirinya ke kantor polsek parung panjang. Dengan dilaporkannya (AA) oleh istrinya (SM) ternyata terungkap fakta baru yang mengejutkan, ternyata sang suami, (AA) pernah menguburkan mayat perempuan di belakang rumah kontrakannya. Fakta tersebut diceritakan (SM) kepada polisi, Rabu (6/5/2020). Berdasarkan keterangan (SM), Jumat (8/5/2020), tim forensik dari RS Polri Kramatjati langsung menggali makam yang ditunjukkan SM.

“Pelaku (AA) tidak turut serta dalam acara penggalian makam, karena keamanan, jadi cuma korban (SM) untuk menunjukkan lokasi kuburan itu,” ujar Kapolsek Parung Panjang Kompol Nundun Radiama ketika ditemui Tim Media Kompas.com di lokasi, Jumat (8/5/2020). (SM) trauma begitu tiba di lokasi, (SM) masih tampak linglung lantaran mengalami trauma penganiayaan.

Ia mengaku kerap dianiaya di antara korban lain yang selama ini tinggal di rumah kontrakan tersebut. “Iya” dikuburkan di situ, tapi saat kejadian, saya enggak bisa teriak karena diancam,” ucap (SM). Saya sudah satu tahun di sini dan saya nikahnya juga sudah lama, sekitar tiga tahun lebih,” imbuh dia. Namun (SM) tidak bisa menyebutkan secara jelas identitas mayat perempuan yang dikubur di belakang rumah kontrakannya. Ia mengaku masih syok dan trauma.

(SM) 17 Tahun Istri Sirri (AA)

“Saya enggak bisa nafas, jadi saya juga lupa,” singkat (SM) ketika hendak dibawa pergi ke mobil polisi.Setelah kurang dua jam dibongkar, jasad perempuan tanpa identitas itu pun mulai terlihat. Jasad tersebut dibungkus kain sarung dan sudah tak berbentuk.

“Sudah (ketemu), dililit pakai sarung. Tulang bersih karena kerendam air, karena itu tanah lempung. Posisi badan miring badan lurus, tapi kaki ditekuk, tinggi dia 165. Kedalaman kuburan 1 meter setengah,” ucap warga yang bertugas menggali makam, Yatno Hidayat (56), di lokasi.

Mayat yang ditemukan di belakang kontrakan SM diduga merupakan perempuan dengan gangguan jiwa. Kapolsek Parung Panjang Kompol Nundun Radiama menjelaskan SM bercerita jika ia kerap melihat suaminya, AA melakukan kekerasan pada perempuan yang tidak diketahui identitasnya tersebut.

“Saksi (SM) pernah melihat suaminya AA melakukan kekerasan. Tapi perempuan tanpa identitas ini tidak sampai meninggal dunia. Tapi kekerasan terus berlangsung hingga pertengahan Februari. Karena sakit, akhirnya dia meninggal dunia,” kata Nundun.

Dari hasil pemeriksaan awal, Nundun mengatakan jika mayat perempuan tersebut diperkirakan berusia 25 tahun dan mengalami gangguan jiwa. Ada dugaan AA membawa perempuan gangguan jiwa tersebut pulang ke rumahnya untuk diobati.

“Menurut hasil pendalaman sementara bahwa jenazah perempuan perkiraan umur 25 tahun dalam keadaan tidak normal alias gangguan kejiwaan. Jadi maksud tersangka membawa perempuan ini untuk diobati, awalnya begitu,” kata Nundun.

Sejumlah berkas ditemukan di rumah kontrakan AA (37) penyekap istri siri di Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

Berkas-berkas ini di antaranya berupa 2 akta orang lain, 1 akta pelaku dan ijazah S1 seorang perempuan atas nama orang lain yang kini sudah disita oleh Polsek Parungpanjang.

Kapolsek Parung Panjang Kompol Nundun Radiaman menjelaskan bahwa berkas ijazah itu disita sebagai barang bukti. Namun kini masih didalami keterkaitan perempuan di ijazah itu dengan pelaku AA.

“Nanti kita akan dalami kembali, karena barang bukti itu baru ditemukan,” kata Kompol Nundun Radiaman Kapolsek Parung Panjang kepada awak media. (Hudri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TELEPHONE